Jumat, 29 Januari 2016

Dapatkah Minum Obat Saat Ibu Menyusui?



Bolehkah Ibu Menyusui Minum Obat?

Tidak sedikit timbul kekhawatiran diantara para Bunda sahabat Klikdokter dalam perihal menyusui ASI kepada sang buah hati.
Dari kekhawatiran hubungan pola makan ke produktivitas ASI, bahkan hingga soal aman atau tidaknya meminum obat selama menyusui.
Karena kerap kali tidak dapat dipungkiri, ibu terjebak dalam situasi mau tidak mau harus mengkonsumsi obat-obatan sementara menyusui harus diprioritaskan. Apakah aman meminum obat-obatan selama menyusui bayi yang kita miliki?
 

Apakah Semua Obat Masuk ke Dalam ASI dapat mempengaruhi kesehatan bayi? 
Jawabannya adalah iya. Hampir semua obat yang ada pada darah Anda dapat masuk melalui ASI, meskipun kadarnya jauh berkurang. Jadi sedikit banyaknya dapat mempengaruhi kesehatan bayi Anda tapi itu tergantung dari daya tahan tubuh bayi Anda sendiri.
 
Paparan terhadap obat-obatan yang ada di dalam ASI akan meningkatkan risiko pada bayi prematur, bayi baru lahir dan bayi yang secara medis tidak stabil atau memiliki gangguan ginjal.
Risiko tersebut akan menurun pada bayi sehat yang berusia di atas 6 bulan.


Berikut beberapa contoh list obat yang aman dikonsumsi oleh ibu menyusui. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter :

             Penghilang rasa nyeri :

o             Acetaminophen
o             Ibuprofen
o             Naproxen

             Obat antimikrobial :

o             Fluconazole
o             Miconazole
o             Clotrimazole Penicillins (amoxicillin, ampicillin)
o             Cephalosporins

             Antihistamin :

o             Loratadine
o             Fexofenadine

             Obat saluran pencernaan:

o             Famotidine
o             Omeprazole
o             Cimetidine


             Bagaimana Jika Bayi Saya Menimbulkan Reaksi? 

             Ketika Anda mengkonsumsi obat-obatan, selalu perhatikan tanda atau gejala yang abnormal pada bayi seperti perubahan pola makan atau tidur, rewel atau kemerahan.
             Jika Anda memperhatikan adanya perubahan perilaku pada bayi tersebut, segerlah anda berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter. Jika sudah berkonsultasi dengan dokter sebaiknya segera lakukan saran yang di beri oleh dokter ke bayi anda, agar reaksi tersebut bisa segeradi atasi dan tidak menimbulkan hal - hal yang tidak di inginkan oleh semua orang.







Kamis, 28 Januari 2016

Sajian Gizi Pada Ibu Hamil




Makanan yang bergizi memang sangat penting untuk ibu hamil, karena akan berpengaruh terhadap kesehatan ibu dan janin. Makanan ibu hamil tersebut harus mengandung gizi yang seimbang, artinya makanan yang dikonsumsi harus dapat memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan baik dari segi jenis, kualitas dan kuantitasnya. 

Oleh karena itu, walaupun makannya banyak namun jenis makanannya tak bergizi maka tidak akan membantu kesehatan yang optimal. 


Makanan untuk ibu hamil muda atau enam bulan pertama kehamilan ( trimester pertama dan kedua), sebaiknya mengandung kalori sekitar 2.000 kalori per hari. Namun, selama tiga bulan terakhir kehamilan ( trimester ketiga), Ibu hamil  akan membutuhkan tambahan 200 kalori per hari, sehingga totalnya sekitar 2.200 kalori per hari. Untuk jenis makanan, wanita hamil dianjurkan mengonsumsi 10% kalori  dari protein, 35% kalori dari lemak, dan 55% sumber kalori lainnya dari karbohidrat. Disamping sumber kalori tersebut makanan ibu hamil juga harus mengandung lebih banyak zat besi, kalsium, vitamin A, B dan C, folat, magnesium, selenium (yang diperlukan untuk kelenjar tiroid) dan seng.

Semua nutrisi ini dapat ditemukan dalam produk segar dan protein. ilustrasi: makanan ibu hamil yang bergizi Mengenai jenis makanan, terdapat beberapa yang menjadi prioritas di setiap trimesternya.



1. Pisang



Pisang baik dikonsumsi untuk ibu hamil timester pertama karena dapat mengurangi mual (ngidam) yang biasanya dialami ibu hamil muda tiga bulan pertama. Pisang adalah sumber vitamin B6 yang tinggi (membantu mengatasi morning sickness), selain itu pisang juga mengandung serat, vitamin C, asam folat dan potasium.

2. Bayam



Sayuran hijau yang satu ini baik untuk ibu hamil muda karena banyak mengandung asam folat. Asam Folat yang memadai diperlukan pada awal kehamilan untuk mencegah cacat tabung saraf (cacat lahir pada otak dan sumsum tulang belakang). Selain itu Bayam juga mengandung serat, mangan, besi, vitamin A, C dan K. 

3. Kacang - kacangan



Kacang - kacangan ini juga mengandung sumber yang kaya akan asam folat dan zat besi. Selain itu kacang - kacangan merupakan sumber protein dan sera, oleh karena itu selama kehamilan akan membantu mengatasi sembelit. Hampir 40 persen wanita hamil akan mengalami sembelit selama kehamilan. Penyebab Sembelit tersebut meliputi tekanan rahim yang semakin besa, hormon progesteron yang memperlambat gerak pencernaan, dan suplemen zat besi.


1. Telur



Telur menjadi makanan yang bergizi untuk ibu hamil karena Kuning telur mengandung kolin, nutrisi penting yang memainkan peran penting dalam perkembangan otak bayi (janin) di samping meningkatkan otak Anda sendiri. Ibu hamil harus mendapatkan sekitar 450 mg choline setiap hari. Dan jika Anda vegetarian atau tidak suka telur, sumber-sumber lain yang mengandung choline termasuk daging sapi, susu dan kacang kedelai.

2. Alpukat



Ibu hamil trimester dua dianjurkan mengonsumsi alpukat, karena Alpukat adalah sumber serat, vitamin K, asam folat, vitamin C, kalium dan vitamin B6. Diperkaya juga dengan lemak tak jenuh yang sehat, yang merupakan lemak “baik” yang dapat membantu melindungi terhadap penyakit jantung. Alpukat telah diketahui dapat membantu mengurangi morning sickness dan membantu pertumbuhan otak bayi dan pertumbuhan jaringan.


1. Pepaya



Buah tropis yang satu ini penuh dengan vitamin C, asam folat, serat, dan potasium. Pepaya juga merupakan cara alami untuk mengatasi sembelit, yang sering dialami selama kehamilan, terutama pada trimester ketiga. Namun, wanita hamil hanya boleh makan pepaya matang, karena pepaya yang masih mentah kebanyakan mengandung pepsin dalam pada getahnya (resin dari pohon pepaya), yang dapat menyebabkan kontraksi. Ketidaknyamanan saat hamil menjadi lebih berat selama trimester ketiga, penting untuk makan sering. 

2. Kacang-kacangan 



Kacang - kacangan adalah sumber protein dan lemak yang sehat untuk jantung. Kacang-kacangan seperti almond, walnut, pistachio dan kacang mete semua memiliki lemak sehat, protein dan serat. Lemak Ikan Lemak pada ikan laut kaya akan asam lemak omega 3 yang dapat membantu membantu jantung dan menguatkan kesehatan otak. Makan sampai 12 ons ikan per minggu dianggap aman untuk ibu hamil selama kehamilan. Makanan bergizi untuk ibu hamil diatas sebaiknya jangan di lewatkan dalam menu sehari-hari hingga hari kelahiran tiba, namun juga sebaiknya disertai dengan makanan yang lain, asal bukan pantangan untuk ibu hamil.




Rabu, 27 Januari 2016

Teknik Cepat Mengatasi Bayi Menangis Tengah Malam



Memiliki bayi di tengah-tengah keluarga merupakan pengalaman yang menyenangkan. Apalagi jika bayi tersebut berada pada usia yang mengemaskan. Namun tidak dapat dipungkiri juga akan menjadi tantangan sulit bagi orang tua untuk mengatasi saat seorang bayi rewel, apalagi jika itu terjadi pada malam hari di saat jam tidur.

Bayi menangis biasanya disebabkan oleh beberapa faktor. Sebab bayi belum dapat menyatakan keinginannya lewat bahasa maka ia akan mengekspresikan dengan tangis. Contohnya saja saat bayi lapar atau saat mereka buang air, maka sang bayi tentu saja akan menangis.
Panduan Cara Mudah Menenangkan Bayi Menangis

Ilustrasi Mengatasi Bayi Menangis

Bagi anda para orang tua sahabat Dokter yang ingin mengetahui cara menangani bayi yang menangis maka anda perlu mengikuti cara menangani bayi di bawah ini.

1. Menggendong Bayi

Menurut situs Instictive Parenting, beberapa bayi menangis karena ingin merasa lebih baik. Mereka bisa saja menangis karena lingkungan yang membuatnya stres dan merasa kaget saat hidup di luar janin. Jika bayi menangis karena hal itu, gendonglah dia dan biarkan tangisan itu. Namun tunjukkan padanya kalau dia boleh menunjukkan emosinya. Jangan timang bayi terlalu keras. Cobalah alihkan perhatiannya dengan mainan. Dengan membiarkan bayi menangis untuk melepaskan stres yang dirasakannya, episode tangisan ini akan berangsur-angsur berkurang.

2. Posisi Berbeda

Jika menggendong bayi kolik dengan posisi wajah ke atas, ini tidak membantu penderitaannya. Cobalah posisi lain. Gendong bayi menghadap ke bawah dengan tangan di bawah perut dan kepala di lengan. Ini mungkin menenangkannya. Tekanan pada perutnya dapat membantu mengurangi gas dan rasa tidak nyaman.

3. Beri Empeng

Bayi memiliki insting mengisap yang kuat, sehingga empeng juga dapat menenangkan bayi yang kolik. Bonus: penelitian telah menemukan, empeng juga dapat membantu mencegah sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).

4. Kontrol Emosi Anda

Perlu diingat, bayi sangat sensitif pada lingkungannya. Jika Anda sebagai ibunya merasakan stres, cemas, sedih atau tidak sabar, bayi bisa merasakannya. Apalagi jika Anda merasakan perasaan-perasaan tersebut saat menggendongnya. Cobalah kontrol emosi Anda dan ubah rasa tidak nyaman itu menjadi rasa cinta.

5. Jalan-jalan

Bayi dalam rahim terbiasa dibawa bergerak. Meniru hal ini, bisa dengan membawa bayi bergerak untuk membuatnya tertidur. Taruh bayi di ayunan, kursi goyang, beri kursi mobil bergetar, namun jangan pernah meninggalkan bayi sendiri, karena selalu ada bahaya terjatuh. Bawa bayi kolik berjalan-jalan dengan mobil, juga dapat dilakukan.

6. Pijat Bayi

Ingat kekuatan dari sentuhan pada bayi kolik. Banyak bayi sentuhan skin to skin . Penelitian telah menemukan, bayi yang dipijat berkurang menangis dan tidur lebih baik. Coba tanggalkan pakaian bayi dan pijat lembut, pijat lembut bagian kaki, lengan, punggung, dada, dan wajah. Ini juga dapat menenangkan Anda.

7. Lampin

Bagi orang dewasa, dibungkus selimut mungkin terasa seperti dikekang. Tetapi bagi bayi yang menangis dan rewel, lampin terasa seperti rahim sempit, akrab, dan menghibur. Namun seberapa ketat lampin dapat dililitkan, lilit dengan kekuatan cukup saja sehingga lampin bayi tidak lolos, maupun lengan dan kakinya bebas dan memukul dirinya sendiri.

8. Konsultasi dengan Dokter

Jika Anda khawatir akan tangisan bayi yang menderita, bawalah ke dokter. Dokter anak dapat memberikan petunjuk dan menyimpulkan penyebab medis. Kendati beberapa bayi tidak beralasan khusus menangis atau bayi hanya lebih mudah menangis ketimbang bayi lain. Jadi pada saat bayi Anda menangis, ingat-ingat dua hal: Ini bukan kesalahan dan hal ini tidak akan berlangsung selamanya.

9. Istirahat Sebentar

Menghibur bayi setelah menangis keras di malam sebelumnya karena kolik, merupakan hal penting. Anda mungkin merasa kewalahan, frustrasi, dan kurang efektif dalam bekerja. Jika tidak ada dampak yang terlihat, istirahatlah. Serahkan bayi pada pasangan Anda atau anggota keluarga lain. Ketika itu bukan pilihan, ingatlah jika sah-sah saja membiarkan bayi menangis dalam keranjang tidurnya sebentar sementara Anda mengumpulkan energi.

10. Upayakan Sendawa





Ketika bayi menangis, Ia bisa menelan banyak udara. Itu dapat membuatnya kembung dan tidak nyaman, lalu membuatnya menangis lebih keras. Cobalah gendong dengan posisi vertikal dan urut lembut punggungnya. Posisi klasik (kepala bayi di atas bahu Anda) kerap efektif walaupun dapat membuat bayi gumoh di punggung. Metode lain: baringkan bayi dengan kepala di bagian lutut, atau tarik bayi menyerupai gerakan sit-ups dengan salah satu lengan mendukung dada dan leher nya.

Selasa, 26 Januari 2016

Metode Melahirkan Tanpa Rasa Sakit





Perjalanan kehamilan selama 9 bulan sungguh menguras banyak pikiran, tenaga dan materi. Sebuah perjuangan yang tidak mudah untuk melewati hari-hari kehamilan tersebut. Kini setelah 9 bulan, saatnya untuk melahirkan, rasa lelah dan penantian lama sebentar lagi segera berakhir. Banyak ibu yang tidak sabar ingin segera melahirkan dan menimang bayi mereka. Namun, sebagian ibu merasa sangat khawatir dan takut saat membayangkan betapa sakitnya melahirkan anak. Ketakutan itu kadang datang dari diri sendiri maupun cerita menyeramkan dari orang lain. Ketakutan yang sering muncul pada ibu-ibu menjelang persalinan seperti Takut tak mampu bertahan dan meninggal,Takut Nyeri, Takut disalahkan dan hal lainnya.


Takut tak mampu bertahan dan meninggal

Jika Anda ketakutan menjelang persalinan, pikirkanlah hal berikut, Pertama, tubuh wanita dibuat sempurna oleh Tuhan untuk melahirkan. Kedua, ketika terjadi komplikasi, dokter dapat menggunakan alat-alat medis modern untuk mencegahnya.

Takut Nyeri

Secara alami, nyeri adalah bagian tak terpisahkan dari pengalaman saat melahirkan.Setiap orang merasakan dan merespon nyeri secara berbeda, sehingga mustahil untuk memperkirakan nyeri yang nantinya akan Anda alami. Semuanya tergantung pada seberapa cepat kemajuan persalinan Anda, respon Anda terhadap nyeri, dan kemampuan anda menahan nyeri. Jika Anda tidak ingin merasakan nyeri saat melahirkan, bicarakanlah dengan dokter. Setelah berkomunikasi dengan dokter mengenai keuntungan dan kerugiannya, maka pemberian obat-obatan untuk mengurangi rasa nyeri dapat dipertimbangkan. Penting diingat bahwa nyeri yang terjadi akibat kontraksi rahim saat melahirkan adalah suatu proses alamiah. Percayalah bahwa tubuh Anda mampu menahan rasa nyeri itu.

Takut disalahkan

Ketika melahirkan Anda akan melakukan sesuatu yang luar biasa. Tidak ada yang akan menyalahkan apa yang Anda lakukan, apalagi berkaitan dengan fungsi tubuh. Misalnya kalau Anda muntah, bab, berteriak atau panik, maka dokter maupun perawat tidak akan memarahi Anda dan tetap akan menolong Anda.


Percaya diri

Persalinan pertama memang menakutkan. Namun, Anda harus melewati proses itu. Jadi sebaiknya sebelum saatnya tiba, persiapkan diri untuk menghadapi proses tersebut. Anda bisa mencari informasi di buku atau internet tentang persiapan persalinan yang pertama ini.

Kemukakan rasa takut pada orang lain

Terkadang Anda tak mau orang lain tahu kelemahan atau ketakutan Anda, sehingga Anda menutupinya dan mengalihkan pada hal lain seperti belanja keperluan bayi atau bekerja. Disarankan agar tidak memendam ketakutan. Kemukakan hal tersebut pada pasangan atau teman-teman yang pernah mengalaminya. Mereka akan memberi masukan atau petunjuk apa yang seharusnya dilakukan, sehingga Anda siap jika saatnya tiba.

Pahami proses persalinan

Jika Anda tahu proses persalinan yang akan dilalui, maka kondisi mental Anda juga akan siap menjelang persalinan. Dengan membaca buku tentang persalinan atau konsultasi, Anda setidaknya tahu dan mengerti proses yang terjadi dan langkah yang dilakukan oleh paramedis saat membantu Anda melahirkan. Jika belum mengetahui mengenai proses persalinan, berikut artikel mengenai hal tersebut:


Ikut kelas antenatal

Selain mencari informasi, ikutilah kelas untuk ibu hamil. Disana Anda dilatih tentang cara bernapas dan cara menenangkan diri ketika proses persalinan. Jika Anda merasa takut dengan rasa sakit yang nantinya akan Anda alami, sampaikan hal itu pada dokter. Atas berbagai pertimbangan dan informasi yang baik, dokter akan mempertimbangkan untuk memberikan obat penghilang rasa nyeri.

Ikut kelas senam hamil

Senam hamil bermanfaat untuk memberi kekuatan dan kelenturan tubuh serta melatih pernapasan. Selain itu, dapat memperbaiki tubuh dan pikiran, melancarkan peredaran darah, membuat jadi lebih relaks dan fleksibel. Dengan demikian, selain betuk tubuh menjadi lebih baik, badan juga menjadi lebih bugar. Yang lebih penting lagi, senam hamil diharapkan dapat membuat proses persalinan menjadi lebih lancar. Di situs kami terdapat beberapa contoh video senam hamil yang mungkin berguna bagi anda, namun sebelum mencobanya sebaiknya konsultasikan dulu mengenai kehamilan anda. klik video kehamilan

Bayangkan bayi mungil Anda

Proses persalinan merupakan perjuangan seorang ibu antara hidup dan mati. Berjam-jam bahkan belasan jam ibu merasakan sakit. Proses itu memang harus dilalui. Yang penting adalah bayi lahir dengan selamat dan sehat. Nah, bayangkan wajah mungilnya jika ia sudah keluar nanti. Jika bayi Anda bisa bicara, pasti ia akan mengucapkan terima kasih karena Anda melahirkannya dengan penuh kesabaran.

Rabu, 20 Januari 2016

Tips bagaimana mengejan yang benar saat melahirkan

Bagaimana Cara Mengejan Yang Benar saat melahirkan?




Bagaimana cara mengejan yang baik saat melahirkan? 
Ini adalah pertanyaan yang hampir selalu diungkapkan oleh klien saya di kelas hypnobirthing terutama mereka yang baru pertama kali hamil atau belum mempunyai pengalaman sama sekali tentang melahirkan pervaginam. 
Bahkan ada beberapa ibu yang notabenenya sudah berkali-kali melahirkna-pun masih kebingungan dengan cara mengejan yang baik karena mereka merasa selalu salah saat mengejan di persalinan yang lalu.

Nah lalu apakah ketika melahirkan si ibu harus mengejan dengan sekuat tenaga? 
Jawabannya adalah Tidak


Mengejan adalah tahap akhir dalam persalinan sebelum Anda bertemu bayi Anda. Ini mungkin adalah Periode persalinan yang paling menyakitkan atau sumber terbesar dari ketakutan dan kekhawatiran seorang wanita karena seringkali mereka merasakan tidak apa yang harus dilakukan saat itu. Sulit untuk menggambarkan sensasi dan usaha yang terkait dengan mendorong janin atau mengejan dalam proses persalinan tetapi ada banyak teknikyang dapat dicoba kelahiran bayi Anda. Bidan, dokter dan pendamping akan memberikan bimbingan kepada Anda selama mengejan bila diperlukan.


Tunggu sampai dokter atau bidan menegaskan bahwa pembukaan serviks Anda benar-benar sudah sempurna. Ini berarti serviks telah membuka sekitar 10 centimeter. Memang terkadang Anda akan merasakan sensasi seperti ingin mengejan atau seperti hendak Buang Air Besar padahal pembukaan serviks belum sempurna. Nah jika Anda mengalami hal ini, usahakan untuk tidak meng-hejankan atau menuruti sensasi itu dengan berusaha untuk tetap tenang, rileks dan berusaha menarik nafas panjang dan dalam. Karena apabila Anda mengejan sebelum pembukaan serviks sempurna yang terjadi justru akan ada pembengkakan di serviks Anda dan itu justru dapat menyulitkan dan menghalangi proses persalinan Anda nanti


Carilah posisi yang paling nyaman untuk tubuh Anda. Berbagai posisi dianggap lebih efektif daripada yang lain, seperti jongkok, duduk bukannya terbaring di tempat tidur. Posisi yang dapat Anda lakukan sangatlah beragam, tergantung pada penggunaan epidural atau fasilitas persalinan.


Memanfaatkan kontraksi Anda ketika Anda mengejan. karena ini lebih efektif untuk mengejan selama kontraksi bukannya mengejan secara terus-menerus. Kontraksi dapat terjadi setiap lima menit bahkan tujuh menit untuk beberapa ibu dan dengan durasi antara 45 dan 90 detik. Sehingga ketika tidak ada kontraksi Anda justru bisa istirahat bahkan tertidur untuk sejenak, atau minum untuk memulihkan dan menyusun kembali energi Anda.


Dorong seperti jika Anda buang air besar, Ketika usaha ini diberikan, bayi dapat ditekan jalan lahir dan keluar vagina.


Bersantai di akhir kontraksi, duduk atau berbaring. Bahkan Anda juga bisa mengubah posisi Anda ketika kontraksi berakgir. Ini sangat penting untuk membantu mengoptimalkan posisi janin. Dan akan sangat membantu jika Anda memilih untuk mengambil posisi yang vertikal atau tegak karena gaya gravitasi bumi akan membantu janin lebih turun lagi ke jalan lahir. Memang akan terasa sangat susah bahkan terasa berat ketika Anda harus mengubah posisi misalnya dari posisi setengah duduk ke posisi jongkok ketika Anda berada atau bersalin di atas tempat tidur. Namun hal ini tidak berlaku bagi Anda yang emmilih untuk melahirkan di dalam air atau waterbirth karena dengan waterbirth Anda bisa bebas untuk mobilisasi dan merubah posisi selama persalina dan ini sangat membantu memperlancar proses persalinan Anda.


Jika memungkinkan, mintalah bidan atau dokter Anda untuk meletakkan cermin di dekat lubang vagina saat bayi mulai crowning, atau kepala terlihat di vagina. Hal ini dapat membantu beberapa ibu berkonsentrasi untuk mengejan di daerah ini. Bahkan ini dapat membantu sang ibu untuk lebih semangat lagi ketika mengejan. Sesuai pengalaman saya di lapangan saya selalu menganjurkan ibu untuk memegang kepala bayinya ketika kepala bayi sudah terlihat di vagina, hal ini ditujukan untuk meningkatkan dan merangsang hormon oksitosin yang ada didalam tubuh ibu sehingga kontraksi akan semkin seringd an si ibu pun merasa lebih semangat dan lebih “tersambung” dengan tubuhnya.


Lanjutkan untuk mengejan di setiap kontraksi sampai bayi dilahirkan. Dokter mungkin akan menyarankan dan memberi aba-aba kapan Anda harus mengejan jika Anda menggunakan epidural.


Tips dan Peringatan

- Tarik nafas dalam ketika Anda hendak mengejan. Masukan dagu Anda ke dada Anda. Ingat bahwa mengejan dapat berlangsung antara 30 menit dan beberapa jam.
- Minumlah air, bisa juga air gula atau madu atau menyelipkan es batu di antara kontraksi untuk tetap terhidrasi.
- Berpindah dan merubah posisi jika Anda merasa perlu. Beberapa ibu akan menemukan posisi yang paling nyaman bagi tubuhnya untuk mengejan-kan bayinya. Dan bisa jadi ini bukan posisi terlentagn maupun setengah duduk. Ikuti insting dan naluri serta irama tubuh Anda. Dan komunikasikan dengan bidan atau dokter sehingga mereka bisa memfasilitasinya.
- Hindari mengejan ketika pembukaan servik belum lengkap. Kontraksi bisa membuat Anda merasakan dorongan yang tak terbantahkan untuk mendorong dan mengejan, namun ketika Anda mengejan dan posisis leher rahim saat itu masih sebagian tertutup justru dapat menyebabkan leber rahim membengkak. Istirahat dan tarik nafas panjang dan dalam meskipun kontraksi anda rasakan terus.
- Anda dapat saja tidak mengejan atau tidak sengaja menghejankan janin Anda selama persalinan. Kuncinya ada di nafas dan posisi Anda. Ketika Anda dapat selalu kontrol di nafas dan rileks juga dapat mengatur posisi yang paling nyaman maka bayi Anda akan melakukan tugasnya yaitu mendorong tubuhnya untuk keluar dari jalan lahir. Karena sebenarnya ketika Anda rileks maka seluruh otot di jalan lahir akan terbuka dan melebar. Ikutilah irama tubuh Anda, dan tanpa di hejankan dengan sengaja maka tubuh Anda akan mengejan dengan sendirinya. Anda cukup rileks dan tenang.
- Dorong ata mengejanlah seolah-olah Anda mengalami buang air besar - yang terbesar dalam hidup Anda. Dan berbicara tentang buang air besar, menaruh semua konsentrasi dan fokus saat mengejan - bukan menjadi khawatir apakah Anda akan dapat mengosongkan perut Anda. Karena pada dasarnya melahirkan rasanya hampir sama dengan membuang air besar bayangkan ketika Anda mengalami obstipasi atau sembelit bebera hari dan anda henda buang air besar, semakin Anda berusaha mengejan yang terjadi feaces semakin tidak bisa keluar karena ternyata semua otot Anda tegang, namun ketika Anda berusaha untuk rileks maka proses buang air besar justru semakin lancar.
- Ketika hendak mengejan cobalah untuk fokus dan tenang, dan bagi bidan atau dokter seharusnya mendukung hal ini dengan menjaga suasana yang tenang dan privat. Bidan tidak perlu berteriak-teriak untuk memberi aba-aba kepada ibu cukup berikan sugesti positif dan ajak ibu untuk mengikuti irama tubuhnya. Memang butuh kesabaran namun ini sangat baik untuk memperlancar proses persalinan.


Beberapa posisi yang berbeda yang dapat digunakan untuk mengejan. Dalam semua posisi, menjaga dagu Anda ke bawah untuk membantu otot perut membantu rahim anda dalam mendorong bayi Anda. Anda mungkin dapat untuk mempercepat kemajuan persalinan jika Anda mencoba posisi di mana gravitasi membantu Anda (yaitu duduk, berdiri atau jongkok). Namun, jika bayi prosesnya atau lajunya cepat, Anda mungkin dapat memperlambat peregangan perineum dengan mencoba posisi di mana gaya gravitasi netral (yaitu berbaring miring atau merangkak). Hal ini penting untuk bereksperimen mencari titik kenyamanan Anda untuk mengejan dalam posisi yang berbeda.

Senin, 18 Januari 2016

Tanda-tanda fisik dan non fisik kehamilan


Kehamilan merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh pasangan yang telah berumah tangga. Setiap pasangan selalu mengidamkan mendapatkan momongan. Tanpa hadirnya si kecil, rumah tangga akan terasa kurang. Meski kedatangannya ditunggu-tunggu, namun tidak jarang wanita tidak tahu mengenai tanda tanda akan hamil. Padahal dengan mengetahui tandanya, anda memiliki berbagai persiapan untuk menyambut si kecil. Wanita hamil membutuhkan perhatian lebih khusus, agar janin di dalam kandungannya dapat tumbuh kembang dengan baik. Oleh karena itu mengenali tanda tanda seorang wanita hamil mutlak diperlukan. Lalu apa saja tanda wanita hamil? Ada beberapa tanda fisik dan non fisik. Tanda fisik kehamilan merupakan tanda yang terlihat, sedangkan tanda non fisik merupakan tanda yang anda rasakan ketika menjelang kehamilan.



Tanda tanda akan Hamil Fisik dan Non Fisik

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tanda tanda akan hamil secara fisik dapat dilihat oleh orang lain. Secara umum, tanda seseorang hamil yaitu adanya perubahan pada tubuh.
Perubahan yang paling mencolok terlihat pada bagian perut. Perubahan pada perut terlihat ketika usia kandungan di atas 3 bulan, namun pada minggu minggu awal, tanda tanda ini tidak terlihat sama sekali. Pada minggu awal kehamilan, tanda yang paling mencolok yaitu telatnya datang bulan. Datang bulan yang telat merupakan tanda umum kehamilan, namun anda harus memastikannya dengan alat tes kehamilan yang banyak dijual di apotek. Biasanya 8 atau 10 hari menjelang datang bulan timbul flek. Flek ini seringkali disalahartikan sebagai menstruasi. Padahal munculnya flek merupakan salah satu tanda seseorang sedang hamil. Hal ini untuk meyakinkan pada anda jika anda hamil, bukan terkena penyakit atau gangguan pada tubuh. Dalam masa kehamilan, intensitas kencing anda akan meningkat dalam sehari. Hal ini dikarenakan kerja ginjal yang lebih cepat.

Sebelum perut anda membesar, ternyata terdapat perubahan pada bagian tubuh anda yang lainnya seperti lengan, paha, dan pantat. Bagian bagian tubuh tersebut akan megnalami pembengkakan ketika minggu minggu awal masa kehamilan anda. Oleh karena itu anda jangan sampai kaget dengan perubahan tubuh yang anda alami ketika masa kehamilan berlangsung. Tanda tanda akan hamil juga terlihat ketika anda baru bangun tidur. Pada awal kehamilan, stiap wanita akan merasakan mual. Mual ini sangat kentara ketika baru bangun pagi, dan seiring waktu akan hilang dengan sendirinya. Rasa mual ini disebabkan oleh peningkatan hormon Human Choironic Gonadhotropin (HCG). Efek dari peningkatan ini adalah rasa pedih di dalam lambung anda, sehingga menyebabkan rasa mual. Ketika anda merasa mual, anda tidak perlu harus mengonsumsi obat maag atau sejenisnya. Karena hal tersebut merupakan tanda tanda yang lumrah ditemukan pada wanita hamil.

Tanda non fisik yang pertama adalah ngidam. Ngidam memang benar merupakan tanda wanita hamil. Tiba tiba adna menginginkan makan sesuatu yang tidak pernah anda makan, atau makan makanan yang kurang anda sukai sebelumnya. Anda juga lebih sensitif terhadap bau di sekitar anda, teutama bau makanan. Berdasarkan penelitian, sensitifnya penciuman wanita hamil mencegah ia mengonsumsi makanan yang membahayakan janin. Penciuman yang sensitif membuat wanita hamil terhindar dari makanan yang kurang baik. Tanda tanda ini umumnya muncul pada wanita hamil, dimulai sejak minggu pertama masa kehamilan hingga beberapa bulan kedepan.

semoga bermanfaat

Persalinan Nyaman Tanpa Rasa Sakit

kelas week end gentle birth di surabaya


Bila selama ini rasa sakit sangat hebat ketika proses persalinan dianggap hal yang wajar, bahkan perlu dan wajib dirasakan seorang ibu agar pengalaman bersalin menjadi “lengkap”, kini paradigma itu tak berlaku lagi. Karena rasa sakit pada proses persalinan ternyata, selain mempengaruhi proses kelahiran itu sendiri, juga menimbulkan sejumlah efek pada ibu, antara lain  menimbulkan kecemasan, ketakutan dan penderitaan yang bersifat traumatis.

Dari paradigma itulah kemudian muncul metode persalinan yang tenang dan santun, dan memanfaatkan semua unsur alami, yang disebut gentle birth. Tenang, karena ibu dalam kondisi relaks. Santun karena ibu diminimalkan rasa sakitnya –bahkan tanpa rasa sakit– sehingga tak terjadi kehebohan dan drama selama proses persalinan.

Persiapan. Seperti juga persalinan pada umumnya, gentle birth juga memerlukan persiapan sejak masa kehamilan agar metode persalinan dengan tenang ini dapat terlaksana dengan tepat. Dr. Gowri Motha, seorang dokter spesialis obgin ternama Inggris penganjur gentle birth meminta pasien-pasiennya untuk secara bersinambung melakukan latihan pernapasan, pijat –termasuk pijat di daerah vaginal dan perineal–, rutin berolahraga ringan dan melakukan pengaturan konsumsi makanan yang benar.

Mental ibu pun perlu persiapan. Malah bisa dibilang mental ibu adalah bagian terpenting untuk suksesnya gentle birth. Ibu yang akan melahirkan diharapkan untuk rutin melakukan meditasi, tak pernah henti mencanangkan pikiran positif dan afirmasi-afirmasi positif pada dirinya. Ketenangan jiwa nampaknya memang mutlak dalam metode gentle birth ini. 

Masih jadi kontroversi. Walaupun nampaknya sangat terkontrol dan aman, pada kenyataannya gentle birth ini masih belum dapat diterima secara utuh oleh dunia kedokteran. Tak semua caranya direkomendasi oleh dokter kandungan dan kebidanan. Komplikasi dapat terjadi pada proses persalinan, tak terkecuali pada persalinan dengan metode gentle birth.

Belum mendapat dukungan sepenuhnya dari dunia kedokteran, badan dunia WHO sebaliknya merestui motode persalinan gentle birth ini. Namun tetap dengan syarat penting bila kehamilan tidak mengalami komplikasi dan pada saat persalinan juga tak terjadi komplikasi yang berisiko hilangnya nyawa ibu dan bayi.