Jumat, 28 April 2017

Tips Jitu Mencegah Penyakit Bayi Kronis dengan Prenatal Yoga Saat Hamil




Selain asupan vitamin dan nutrisi yang diperoleh dari aneka ragam makanan sehat. Hal penting lain yang perlu ibu hamil lakukan guna mencegah masalah kesehatan adalah dengan berolahraga. Sayangnya, banyak ibu hamil malas melakukan olahraga karena beberapa hal. Salah satunya adalah hormon kehamilan yang membuat mereka malas melakukan banyak aktivitas.

Belum lagi, kondisi perut yang semakin membuncit seringkali membuat aktivitas yang dilakukan cenderung terkendala. Masalah inilah yang membuat segelintir ibu hamil malas berolahraga dan memilih untuk tinggal dirumah dan bermalas-malasan. Selain itu, mereka pun khawatir jika olahraga yang dilakukan dengan melibatkan banyak kegiatan fisik dapat membahayakan kesehatan janin si kecil dalam kandungan ibu. 

Namun sebenarnya tidak selalu demikian, justru sebaliknya olahraga yang dilakukan secara rutin selama masa kehamilan adalah yang baik yang perlu ibu perhatikan. Selain memberikan kebugaran terhadap tubuh ibu dengan lebih prima.

Olahraga yang dilakukan secara teratur pun akan sangat baik untuk kesehatan janin didalam kandungan. Hal ini pun dapat mencegah bayi dari masalah penyakit kronis pada saat mereka dilahirkan nanti. Hanya saja, olahraga yang dilakukan oleh ibu hamil tentunya bukan sembarang olahraga yang bisa disamakan dengan mereka yang tidak hamil.

Nah, untuk kenali jenis olahraga yang baik untuk ibu hamil untuk cegah penyakit bayi kronis. Maka mari kita simak beberapa informasinya dibawah ini.


Ada beberapa olahraga yang baik yang dianjurkan dilakukan oleh wanita selama masa kehamilan. Beberapa jenis olahraga ini akan sangat baik untuk menunjang kesehatan tubuh anda dan janin dalam kandungan. Dengan begini ancaman masalah dan penyakit akan jauh dari janin anda.

1. Jogging

Olahraga pertama yang akan sangat direkomendasikan untuk anda para ibu hamil guna menjaga stamina dan kebugaran tubuh adalah jogging. Kegiatan yang satu ini dapat anda lakukan setiap pagi selama masa kehamilan.

Jogging di pagi hari akan memberikan sejumlah manfaat yang baik untuk tubuh anda. Selain itu, tubuh pun akan terasa lebih nyaman dan lebih bersemangat ketika anda mampu bangun di pagi hari dan melakukan olahraga.

Selain baik untuk kesehatan, jogging pun menjadi salah satu olahraga yang dianjurkan oleh dokter kandungan. Jadi demikian anda akan dapat melakukan olahraga ini dengan rutin tanpa perlu khawatir.

2. Berenang

Jenis olahraga yang selanjutnya yang akan dapat aman dilakukan selama masa kehamilan adalah berenang. Berenang akan menjadi salah satu olahraga yang baik dalam menghindari masalah penyakit kronis pada bayi atau janin dalam kandungan anda. Sehingga demikian, pergerakan olahraga ini akan dapat anda lakukan sengan rutin selama masa kehamilan.

Hanya saja, bila anda khawatir dengan keselamatan anda maka minta pasangan untuk mendampingi anda selama berenang. Atau bila tidak memungkinkan maka gunakan jasa pendamping atau pelatih renang.

3. Yoga

Anda mungkin sudah kenal dengan olahraga yang satu ini. Pergerakan pada yoga yang berfokus pada gerakan peregangan dan tehnik pernapasan ini memang akan sangat baik dilakukan oleh wanita selama masa kehamilan. Bahkan ada olahraga prenatal yoga yang memang dikhususkan untuk ibu hamil.

Anda dapat mencoba jenis olahraga ini dan aman dilakukan selama masa kehamilan. Agar kesehatan Janin dan kebugaran tubuh ibu senantiasa terjaga dengan baik. Dengan begini maka kehamilan yang dijalani akan semakin ceria.




SEMOGA BERMANFAAT

Kamis, 27 April 2017

Tips Jitu Mencegah Korioamnionitis pada Ibu Hamil




Terpenting selama kehamilan adalah kesehatan ibu dan janin. Banyak artikel yang menyarankan untuk ibu sehat selama menjalani kehamilan, sehat fisik maupun psikis. Kondisi kesehatan ibu yang akan menentukan tumbuh kembang janin.

Pencegahan kesehatan dapat dilakukan sebelum ibu merencanakan kehamilan. Pola hidup yang sehat akan menjadi modal utama pada ibu hamil. Lantas bagaimana ibu yang memiliki masalah kesehatan? Apakah ibu hamildegan riwayat kesehatan tertentu dapat mempengaruhi janin?

Siapa yang mau sakit, semua orang ingin sehat. Meskipun demikian sebagian ibu hamil yang sedang cemas karena dokter menemukan adanya infeksi di dalam tubuh yang akan mempengaruhi kesehatan.Setidaknya dari berbagai infeksi,kali ini tim bidanku akan membahas infeksi mengenai chorioamnionitis pada ibu hamil. Bagaimana chorioamnionitis menyerang tubuh ibu hamil dan bagaimana pengaruhnya untuk janin?


Korioamnionitis atau chorioamnionitis merupakan infeksi pada korion dan amnion. Infeksi ini berhubungan langsung dengan plasenta yang menjadi pelindung penting selama di dalam kandungan. Meskipun hanya terjadi pada 1-2 kehamilan akan tetapi harus tetap waspada karena akan berakibat fatal pada janin.Chorioamnionitis merupakan infeksi yang dapat menyusup melalui pembuluh plasenta yang akan mengganggu janin. Penyebabnya adalah bakteriseperti E.Coli dan grup B streptococi.

Ibu hamil yang memiliki riwayat kantung ketuban pecah sebelum waktunya atau dikenal dengan istilahh premature repture of the membrane yang akan meningkatkan risiko chorioamnionitis dan berisiko pada kantung plasenta sebelumnya. Hal ini tentu saja sangat membahayakan kesehatan janin karena plasenta merupakan sumber kehidupan pada janin di dalam kandungan.


Pada ibu hamil yang mengalami infeksi chorioamnionitis maka seringkali ibu mengalami demam dan detak jantung yang memburuk. Perubahan detak jantung tidak hanya pada ibu melainkan berpengaruh pada detak jantung janin. Ibu sering mengeluh rasa sakit pada bagian rahim dan merembes pada cairan plasenta yang akan menjadikannya bau busuk. Apabila plasenta tidak pecah akan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui adanya kelainan pada janin.

Dengan demikian gejala yang seringkali berhubungan dengan chorioamnionitis yaitu leukositosis kurang dari 15.000 sel/mm3. Kemudian denyut janting yang kurang dari 160 kali/menit bahkan frekuensi nadi ibu kurang dari 100 kali/menit. Ibu hamil sering mengeluhkan sakit saat tidak berkontraksi dan juga cairan amnion yang berbau.


Penyebab dari terjadinya chorioamnionitis pada ibu hamil memang beragam, pola hidup yang tidak sehat dapat memicu risikochorioamnionitis yang lebih tinggi pada ibu hamil. Ibu hamil yang pernah mengalami persalinan prematur akan mungkin memiliki risiko lebih tinggi. Selain itu persalinan yang lama dan ketuban pecah lama dapat meningkatkan risiko chorioamnionitis. Adapula yang disebabkan karena bakteri patogen dan juga pola hidup yang tidak sehat seperti rokok dan alkohol.


Plasenta memiliki peranan penting untuk kehidupan bayi di dalam kandungan. Selama kehamilan plasenta yang akan membantu memasok kebutuhan bayi. Plasenta menjadi tempat pertukaran ekskresi dimana sisa metabolisme dan nutrisi yang didapatkan oleh ibu hamil. Dengan plasenta maka dapat mengeluarkan zat sisa metabolisme janin menuju aliran darah ibu yang dikeluarkan melalui ginjal.

Selain itu plasenta merupakan jalur nutrisi yang dapat memasok kebutuhan janin untuk tumbuh kembang. Plasenta terhubung dengan aliran darah ibu hamil yang sangat dipengaruhi dengan makanan yang ibu konsumsi. Perbaiki dengan kecukupan gizi dan nutrisi agar tidak memperburuk kondisi janin.

Plasenta dapat memperkuat sistem imun sehingga memabntu janin terhindar dari infeksi bakteri dan virus. Sistem imun pada janin berasal dari ibu , apabila sistem imun ibu berkurang maka bayi juga akan mengalami gangguan. Terakhir plasenta memiliki fungsi untuk menjadi penyalur oksigen pada janin. Oksigen diperlukan oleh janin untuk perkembangan metabolisme yang berlangsung tiap sel ataupun jaringan. Kekurangan oksigen yang akan menyebabkan gangguan pada perkembangan janin.

Dengan mengetahui berbagai macam fungsi dari plasenta pada tumbuh kembang janin selama di dalam kandungan, sudah pasti sangat berhubungan dengan gangguan kesehatan apabila plasenta mengalami gangguan. Hal inilah yang memperburuk kondisi ibu yang mengalami chorioamnionitis.

Pada ibu yang terinfeksi chorioamnionitis sekitar 95-97% dapat terobati dengan pemberian antibiotik. Pada bayi yang lahir prematur lebih rentan terkena komplikasi yang lebih serius bahkan dapat menyebabkan bayi meninggal karena terjadi infeksi yang lebih serius.

Sedangkan apabila chorioamnionitis terjadi pada awal kehamilan dan ibu tidak mengalami gejala apapun maka besar kemungkinan ibu mengalami bayi lahir prematur atau meninggal di dalam kandungan.


Menjaga kesehatan dengan pola hidup sehat memang saran yang terbaik. Meskipun seringkali klise, hanya saja ini benar adanya.Bagi ibu hamil kesehatan sangat penting. Terlebih menjaga janin di dalam kandungan. Infeksi yang terjadi pada plasenta akan berkaitan dengan kelahiran yang prematur. Bahkan bayi akan rentan terkena infeksi yang membahayakan keselamatan.

Penanganan dapat dilakukan dengan merujuk pasien ke rumah sakit. Kemudian dokter akan memberikan obat antibiotik dan terminasi kehamilan. Baik pada serviks yang matang dilakukan induksi persalinan dengan oksitosin atau apabila serviks sebelum matang dengan prostaglandin dan infus oksitosin. Apabila dilakukan persalinan pervaginam maka antibiotik setelah persalinan akan diberhentikan. Bahkan apabila persalinan dilakukan dengan seksio sesarea maka antibiotik dan tambahan metronodazol diberikan.

Kondisi ibu dan janin sangat menentukan untuk tindakan yang akan diambil oleh medis. Lebih baik anda memang berkonsultasi ketika mengalami gejala gejala yang berhubungan dengan Chorioamnionitis sehingga dapat menghindari terjadinya gangguan yang tidak diinginkan pada tumbuh kembang janin. Chorioamnionitis berisiko lebih tinggi pada ibu hamil yang pernah mengalami ketuban pecah di kehamilan sebelumnya, apabila anda salah satunya konsultasikan untuk melakukan pencegahan.

Dengan demikian Chorioamnionitis merupakan masalah obstetrik yang dipertimbangkan sebagai penyebab utaman terjadinya kelahiran prematur. Sehingga akan memberikan dampak kesehatan pada janin. Bahkan penyebab kematian prenatal 70% disebabkan karena Chorioamnionitis.

Kejadian Chorioamnionitis berhubungan dengan usia kehamilan hingga kondisi ekonomi yang mengakibatkan nutrisi kurang diperhatikan oleh ibu hamil. Ibu hamil yang kurang mendapatkan nutrisi selama kehamilan maka akan menyebabkan insiden infeksi lebih tinggi. Chorioamnionitis akan menyebabkan kelahiran prematur dan ketuban pecah dini sehingga menimbulkan dampak sakit dan kematian perinatal. Meskipun sampai saat ini ketuban pecah dini belum ditemukan penyebab utamanya. Salah satunya erat kaitannya dengan infeksi bakteri.

Chorioamnionitis seringkali ditemukan pada kehamilan atau intra persalinanKondisi ibu hamil yang berhubungan dengan kurangnya nutrisi dan anemia dapat meningkatkan risiko terjadinya Chorioamnionitis. Perilaku yang sehat , kehidupan seksual yang baik dan sehat dan juga konsumsi makanan yang mengandung nutrisi sangat dibutuhkan untuk ibu hamil terhindar dari Chorioamnionitis. Pemeriksaan cultur bakteri dapat dilakukan untuk membantu proses pengobatan yang dilakukan pada ibu hamil yang terserang Chorioamnionitis. Pemberian obat anti infeksi yang akan membantu ibu dari rasa sakit dan neonatal.




SEMOGA BERMANFAAT

Rabu, 26 April 2017

Cara Jitu Induksi Alami Saat Menjalani Proses Persalinan




Ketika ibu sedang hamil dan usia kehamilannya memasuki 40 minggu namun belum terdapat tanda-tanda untuk melahirkan, biasanya anda akan langsung penasaran dan mencari tahu cara untuk segera mengalami tanda-tanda untuk melakukan persalinan, dengan bermacam alasan karena ketakutan jika nantinya harus melakukan operasi caesar. Salah satu cara anda dapat melakukan induksi menggunakan medis dengan cara menyuntikkan pitocin IM/IV/Oral.

Namun anda juga dapat melakukan induksi persalinan dengan cara yang alami, sebab yang kita ketahui bahwa induksi yang dilakukan secara medis terdapat resiko serta efek samping bagi ibu maupun bagi bayinya. Induksi Alami dapat anda lakukan sejak usia kandungan menginjak usia 38 minggu. Pada dasarnya kehamilan pada usia 38 minggu, bayi telah mampu hidup juga telah matang. Dengan anda melakukan induksi secara alami sejak usia kandungan 38 minggu, sangat di harapkan ketika usia kehamilan menginjak 40 minggu, anda dapat segera melahirkan.


1. Yang paling penting ialah rileks

Proses persalinan belum akan di mulai jika anda masih merasa tegang, cemas, dan berusaha sangat keras untuk memulai proses persalinan. Cobalah untuk mandi menggunakan air hangat. Dengan mandi menggunakan air hangat. Tubuh anda akan terasa lebih rileks. Atau anda dapat mengunjungi tempat yang menyediakan layanan Pregnancy Massage supaya anda bisa melakukan relaksasi. Selain itu anda juga dapat mengandalkan aromaterapi yang dapat menenangkan pikiran anda. Lakukan kegiatan yang membuat dapat membuat anda menjadi rileks.

2. Lakukan kegiatan visualisasi ataupun meditasi

Tidak hanya rileks yang anda butuhkan, namun anda juga membutuhkan pikiran atau koneksi tubuh. Dalam melakukan kegiatan visualisasi bayi yang akan lahir, hal ini juga merupaka cara yang alami dalam memperlancar proses persalinan.

3. Biasakan untuk berjalan kaki

Dengan sering berjalan kaki kontraksi akan segera mulai. Posisi badan anda yang tegak dapat menempatkan tekanan terhadap leher rahim anda, yang mampu mendorong dan terjadi kontraksi. Namum pastikan anda untuk banyak minum air mineral untuk mempertahankan suhu dalam tubuh anda.

4. Berkomunikasi dengan calon bayi anda

Beberapa ahli mengatakan bahwa bayi akan memulai siklus hormonnya pada saat persalinan. Anda dapat berkomunikasi dengan bayi anda yang masih berada di dalam kandungan. Meski terbilang cukup konyol, namun hal ini sangatlah penting bagi calon bayi anda, lakukan hal ini sembari anda melakukan relaksasi serta katakan tentang semua harapan dan juga impian anda pada bayi anda. Hal ini dapat menciptakan beberapa pengalaman yang sangat indah serta memberikan kesempatan bagi anda dalam menciptakan ikatan anda dengan calon bayi anda ketika mencoba cara induksi yang alami saat persalinan.

5. Lakukan kegiatan Accupresure

Kegiatan ini merupakan cara alami serta aman dalam merangsang kontraksi. Sebab dengan menekan beberapa titik di bagian tertentu di dalam tubuh wanita, dapat merangsang terjadinya kontraksi. Namun lakukan kegiatan ini bersama ahlinya.

6. Lakukan kegiatan Endorphin Massage

Pijatan yang ringan seperti endorphin massage akan sangat membantu anda untuk merangsang adanya oksitosin serta endorphin sekaligus, dengan begitu kontraksi pun bisa di mulai.

7. Lakukan kegiatan pelvicrocking serta birthing ball

Kegiatan tersebut juga sangat berguna bagi anda. dengan melakukan kegiatan tersebut anda dapat membantu bagian paling rendah janin untuk segera masuk pada dasar panggul.




SEMOGA BERMANFAAT

Selasa, 25 April 2017

Tips Mencegah Retina Mata Robek Saat Persalinan




Memasuki trimester ketiga merupakan perasaan yang menggembirakan persalinan adalah proses yang sangat dinanti nanti oleh ibu hamil. Tahukah anda masa persalinan tidak hanya mempersiapkan diri untuk sekedar menjadi ibu baru saja akan tetapi persiapan lainnya untuk mencegah terjadi pengaruh buruk dari persalinan, salah satunya persalinan dapat mengakibatkan terjadi luka yang serius pada bagian mata yang dikenal dengan istilah retina mata robek atau ablasio retina. Meskipun hanya terjadi pada sebagian kecil wanita akan tetapi ada baiknya anda mengetahui faktor resiko, cara mengatasinya dan juga cara untuk menanggulanginya.

Ablasio retina atau robeknya retina mata ketika persalinan dapat terjadi pada wanita dengan kondisi kesehatan yang memiliki kelainan pada mata terutama rabun jauh berkisar antara minus 4-7 sedangkan untuk wanita yang minus 7 jarang sekali ditemui mengalami terjadinya ablasio retina.

Pada wanita dengan riwayat keluarga mengalami retina robek kemungkinan dua kali lebih tinggi mengalaminya selain itu ibu yang akan melahirkan yang pernah mengalami retina mata robek sebelum persalinan kemungkinan terjadi pada persalinan. Anda tidak perlu mengkhawatirkan terlalu tinggi dikarenakan resiko ini hanya terjadi pada jenis mata yang memiliki kelainan seperti terjadinya cairan bola mata yang merembes, katarak dan juga gangguan retina. Selanjutnya resiko yang paling tinggi adalah wanita yang memiliki trauma dan benturan keras pada mata, memiliki tekanan di dalam bola mata dan juga membuat sering mengejan ketika kesulitan buang air besar.

Penderita yang mengalami gangguan kesehatan pada retina mata seringkali tidak menyadari bahkan menganggap kondisi kesehatannya baik baik saja. Untuk mengetahui gejala yang mungkin terjadi adalah dengan senantiasa melihat tanda-tanda yang mungkin dapat memperbesar resiko gangguan mata ini. Adapun gejala yang mungkin terjadi pada retina mata yang robek, terkelupas atau lepas adalah terjadinya peningkatan benda benda kecil yang mengambang dapat berupa organel atau bagain sel atau serpihan jaringan. 

Pandangan anda akan terganggu dengan munculnya pijar cahaya yang sekilas di dalam ruangan. Kemudian anda seakan akan mengalami penglihatan yang kabur. Terakhir, dalam kondisi tertentu seringkali mengalami kebutaan pada pandangan di salah satu bola mata. Gejala ini memang dapat dirasakan sebelum kehamilan atau masa kehamilan. Hal terpenting adalah penanganan dini agar tidak mengalami retina lepas dikarenakan terlepas retinan kemungkinan terjadi setengah atau seluruhnya hingga beresiko mengalami kebutaan.


1. Usahakan untuk menghilangkan kebiasaan mengejan ketika sedang BAB, sehingga disarankan untuk banyak mengkonsumsi serat dari buah dan sayuran.

2. Hindari mengangkat barang atau benda sehingga membuat anda mengejan.

3. Sebelum persalinan berlangsung sebaiknya anda mendiskusikan dengan dokter mata dan dokter kandungan sehingga dapat memilih cara persalinan yang aman untuk gangguan mata anda.

4. Apabila penipisan pada mata sebelum persalinan anda dapat melakukan pelekatan kembali dengan menggunakan leser jauh hari sebelum persalinan.

5. Pertimbangkan persalinan yang anda pilih apabila mengalami cekungan, penipisan dan juga pendataran maka harus diupayakan menggunakan operasi caesar.

6. Apabila terjadinya ablatio retina pada saat persalinan harus segera dilekatkan kembali.


7. Apabila kondisi kesehatan anda memungkinkan dilakukan persalinan alami dengan bantuan vakum sehingga mengejan pada ibu hamil lebih kecil dari pada persalinan normal lainnya.



SEMOGA BERMANFAAT

Senin, 24 April 2017

Cara Menstimulasi Agar ASI Cepat Keluar




Selama membesarkan dan merawat bayi anda, seringkali dikejutkan dengan hal-hal yang membuat anda kagum pada perkembangan bayi anda. Bayi anda dapat menjadi pelepas lelah dengan tingkah laku yang dapat membuat anda terkagum-kagum. Meskipun demikian pada sebagian ibu seringkali diterpa rasa khawatir karena sampai bayi terlahir masih kesulitan dalam memberikan ASI. Padahal ASI merupakan sumber nutrisi terbaik untuk bayi anda, pemberian ASI sangat dianjurkan minimal dari awal kelahiran hingga usia 6 bulan.

Hambatan dalam pemberian ASI memang bukan dialami anda saja, beberapa ibu yang pertama kali memberikan ASI mengalami kondisi kesulitan dalam pemberian ASI. Salah satu penyebabnya ASI belum keluar meskipun bayi sudah berupaya untuk menyusu. Mengapa ASI belum keluar padahal sudah waktunya, mungkinkah kesehatan ibu terganggu dan bagaimana pengaruhnya pada bayi anda? Berikut adalah penjelasan mengenai ASI yang belum keluar pada ibu yang menyusui di minggu pertama kelahiran bayi.

Ibu memilikki kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan ASI akan tetapi pada dasarnya ibu memiliki kemampuan yang cukup untuk pasokanASI. Beberapa ibu yang baru melahirkan terkadang baru dapat memberikan ASI pada hari ketiga atau keempat setelah melahirkan. Meskipun demikian umumnya kondisi keterlambatan ASI hanya dialami oleh ibu dikelahiran bayi pertama.

Secara alamiah tubuh ibu akan langsung memproduksi ASI karena terdapat hormon di dalam tubuh setelah melahirkan. Produksi ASI memang sangat disebabkan oleh hormon, salah satunya hormon prolaktin yang sudah ada sejak ibu hamil. Hormon prolaktin akan dihambat oleh hormon progesteron ketika ibu sedang hamil sehingga tidak menyebabkan produksi ASI keluar ketika ibu sedang hamil. Ibu setelah melahirkan dapat memberikan ASI pada bayi meskipun adakalanya mengalami kesulitan dalam mengeluarkan ASI.


1. Terdapat bagian plasenta yang tertinggal setelah melahirkan sehingga bagian plasenta menyebabkan pendarahan. Bagian plasenta yang tertinggal dapat diketahui melalui pemeriksaan USG sehingga dokter dapat melakukan tindakan agar produksi ASI tidak terhambat lagi.

2. Ibu yang melahirkan dengan operasi sesar akan tetapi tidak terencana akan menyebabkan kesulitan dalam mengeluarkan ASI. Sehingga keluar ASI membutuhkan waktu yang lebih lama. Meskipun demikian anda tidak perlu khawatir ada kolostrum yang keluar sebelum produksi ASI anda lancar.

3. Payudara ibu mengalami bengkak sehingga menggangu produksi ASI

4. Ibu mengalami stress sehingga menyebabkan ASI tidak bisa keluar

Sehingga ketika ibu memberikan ASI saat bayi anda lahir atau menyusui dini dapat menjadi stimulasi sehingga membuat ASI cepat keluar. Kolostrum atau ASI yang diberikan ketika pertama bayi lahir akan memberikan manfaat kesehataan untuk bayi anda. Apabila sudah 3 hari setelah persalinan ASI tetap tidak keluar anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sehingga ibu dapat memperoleh informasi dan konsultasi seputar ASI.

Namun, dalam kasus-kasus tertentu seperti bayi prematur, ibu tak langsung bisa melakukan IMD. Akibatnya, ASI tidak bisa keluar karena hormon oksitosinnya tak terangsang. Jika menghadapi masalah seperti ini, Anda bisa melakukan rangsangan lain untuk menstimulasi peningkatan hormon oksitosin ini.


1. Menenangkan diri

Ketika belum bisa mengeluarkan ASI-nya, biasanya ibu-ibu yang baru melahirkan akan langsung panik. Jika ini terjadi pada Anda, cobalah untuk menenangkan diri. Duduklah dengan tenang sendirian. Namun jika lebih tenang ditemani seseorang, pilihlah orang yang bisa mendukung dan menenangkan Anda. Ketenangan akan membantu Anda menstimulasi otak dan memerintahkan pengeluaran oksitosin yang merangsang keluarnya ASI.

2. Kontak kulit dengan bayi

Ketika bayi lahir prematur, mungkin Anda tak bisa langsung menyusui si kecil. Agar ASI bisa keluar, paling tidak lakukan kontak kulit dengan si kecil.

3. Melihat foto bayi

Jika tidak memungkinkan untuk melakukan kontak kulit dengan si kecil, ada cara lain untuk menstimulasi keluarnya ASI. “Anda bisa melihat foto si kecil, mendengarkan rekaman suara tangisannya, atau mencium bau tubuh dari bajunya,” tambah Inna.

4. Hypnobreastfeeding

Untuk meningkatkan produksi ASI, ibu bisa menerapkan hypnobreastfeeding sendiri di rumah. Teknik ini dilakukan dengan memasukkan kalimat motivasi ke dalam pikiran bawah sadar ibu. Anda bisa membayangkan ASI sedang mengalir deras seperti air mancur dan si kecil minum ASI Anda sampai kenyang. Bayangan ini akan masuk ke dalam pikiran bawah sadar Anda sehingga bisa memotivasi Anda memproduksi ASI. Anda juga bisa menerapkan teknik pernafasan untuk membuatnya jadi rileks. Jika teknik ini berhasil, payudara akan mengencang karena peningkatan jumlah produksi ASI.

5. Minuman hangat

Minuman hangat seperti susu, teh, atau kopi akan membantu Anda untuk menenangkan diri. Kondisi tubuh yang tenang akan membantu mekanisme tubuh kembali normal dan meningkatkan ASI. “Yang paling penting adalah menghindari stres. Stres akan semakin menghambat produksi ASI Anda,” tambahnya.

6. Menghangatkan payudara

Biasanya ketika ASI sulit diperah, payudara akan membengkak. Untuk meredakannya Anda bisa menghangatkan payudara dengan mengompresnya atau mandi air hangat. Cara ini juga bisa membantu menstimulasi keluarnya ASI.

7. Merangsang puting susu

Selain rangsangan dari mulut bayi, rangsangan juga bisa dilakukan dengan cara menarik lembut atau memutar perlahan puting susu. Anda juga bisa memijatnya perlahan atau sekadar mengusapnya.

8. Pijat

Khusus yang satu ini, Anda butuh bantuan orang lain, misalnya suami atau keluarga lainnya. Anda bisa meminta mereka untuk memijat leher dan punggung Anda. Ketika dipijat, posisikan diri Anda dalam posisi setengah menunduk. Akan lebih baik jika Anda melepaskan baju Anda, sehingga payudara akan jatuh ke bawah. Mulailah memijat dari bagian leher ke punggung dengan menggunakan ibu jari. 



SEMOGA BERMANFAAT

Jumat, 21 April 2017

Hal yang Harus dihindari Saat Melakukan Prenatal Yoga




Prenatal Yoga atau Yoga Hamil disarankan untuk para calon ibu agar tetap relaks dan fit di masa kehamilan. Selain itu juga dapat membantu melancarkan masa persalinan. Pranayama selama kehamilan dapat membantu ibu hamil dari stress dan kelelahan dan baik dipraktekkan setiap hari. Untuk para pemula mungkin masih ada rasa takut apakah yoga ini aman atau tidak untuk kehamilannya. Catatan penting bahwa dalam menjalankan prenatal yoga selalu memantau kondisi kehamilan dan menjalin komunikasi dengan instruktur yoga dan dokter. 


1. Over Stretch

Jangan samakan kondisi sedang hamil dengan kondisi sebelum hamil. Hindari Stretching yang berlebihan. Dalam melakukan pose yoga, kaki sedikit ditekuk.

2. Bandha Chakra

Secara umum. Dalam melakukan yoga dengan mengunci tiga chakra, yaitu muladhara, svadhistan, dan manipura. Titik ini berada di sekitar perut dan perineum. Akan tetapi di masa kehamilan tidak boleh ada penguncian perut. Dikawatirkan akan terjadi kontraksi. Lakukan gerakan yoga dengan perlahan dan sesuai kemampuan.

3. Gerakan pada titik perut

Saat yoga kita sering memusatkan power pada core, di masa kehamilan justru perlu dihindari terkait dengan resiko. Saat masa hamil, perut kita membesar dan sulit untuk menyangga beban tubuh dengan rectus abdominus (otot yang terlihat saat perut six-pack). Sebagai penggantinya biasanya kita menggunakan obliques (otot perut yang berada pada bagian sisi perut). Obliques yang digunakan terlalu kuat dapan penarik bagian otot perut, menyebabkan kondisi diastasis. Untuk itu disarankan agar menghindari pose yang berpusat pada perut.

4. Deep Twist

Gerakan twist seperti Ardha Matsyendrasana boleh dilakukan tetapi tidak berlebihan. Jangan memelintir tubuh yang terlalu dalam. Untuk menghindari terhambatnya sirkulasi. Lakukan twist dengan lutut (yang menempel pada matras) yang lurus, tidak ditekuk.

5. Merebahkan badan tanpa penyangga

Saat memasuki trimester kedua keadaan perut sudah semakin membesar, hindari gerakan yang merebahkan badan dengan tumpuan tulang belakang seperti savasana. Jika ingin melakukan pose ini disarankan dengan penyangga pantal yang diletakkan di bawah perut. Ditakutkan akan menghambat aliran darah dan nutrisi untuk perkembangan janin melalui uterus. Ini juga beresiko meningkatkan lowerback pain, heartburn, dan meningkatkan tekanan darah.

6. Deep Backbend

Hindari gerakan penekukan ke belakang yang dalam, seperti gerakan chakrasana. Jika kamu sudah latihan yoga bertahun-tahun dan sudah tulang belakang cukup fleksibel maka dapat dilakukan pada trimester pertama, dengan catatan kondisi kehamilan tidak dalam masalah. Terkait dengan resiko yang akan terjadi disarankan untuk melakukan gerakan backbend dengan Camel Pose atau juga disebut Utrasana.

7. Inversion

Ditakutkan akan beresiko kehilangan keseimbangan dan terjatuh sehingga membahayakan ibu dan janin. Saat hamil maka beban perut biasanya membuat keseimbangan kita berkurang. Apalagi dalam prenatal yoga core kita yang biasanya sebagai power dalam yoga pose diistirahatkan.

8. Hot Yoga

Hot Yoga atau Bikram adalah yoga dalam suhu ruangan panas yang membuat tubuh mengeluarkan keringat yang sangat banyak. Dikawatirkan akan terjadi dehidrasindan mengganggu kesehatan janin, maka sebaiknya tidak melakukan yoga dalam ruangan yang terlalu panas. Lakukan di ruagan yang sejuk dan nyaman hingga tubuh merasa rileks dalam mempraktekkan yoga.

9. Latihan Terlalu Keras

Selalu ingat bahwa tujuan prenatal yoga adalah agar menjaga fleksibilitas tubuh, mengurangi rawa sakit seperti lowerback pain, mengurangi stress dan rasa lelah, dan memberikan bonding time dengan janin.




SEMOGA BERMANFAAT 

Kamis, 20 April 2017

Tips Memilih Susu Ibu Hamil yang Baik




Kita semua tahu bahwa masa kehamilan adalah waktu yang tepat untuk mulai meningkatkan asupan nutrisi baik dari makanan maupun dari berbahan susu pelengkap. Akan tetapi, masalahnya adalah banyak ibu hamil yang masih kebingungan menentukan jenis susu seperti apa yang akan baik digunakan.

Maka tak heran bila kondisi ini mengakibatkan banyak ibu menanyakan tentang masalah yang satu ini. Apalagi ada banyaknya ragam dan merk susu hamil yang dijual di pasaran saat ini kerap kali membuat mereka kebingungan menentukan salah satunya.

Pada prinsipnya susu ibu hamil merupakan tambahan atau penyempurna makanan ibu hamil. Kandungan nutrisi yang terdapat dalam susu ibuhamil berfungsi untuk melengkapi kekurangan nutrisi yang didapat dari makanan.

Nah, untuk membantu anda menentukan jenis susu hamil yang baik untuk ibu hamil maka tak perlu khawatir mari kita simak beberapa informasi yang akan kami berikan kali ini.


Hal pertama yang penting anda perhatikan dalam memilih susu yang baik untuk ibu hamil adalah jenis susu yang sudah melalui proses pasteurisasi. Hal ini dikarenakan kebanyakan susu sapi yang ditemukan di toko-toko belum melewati proses yang satu ini. Untuk itu, penting sekali bagi anda memperhatikan label ini yang terdapat pada kemasan.

Pasteurisasi adalah proses pengolahan guna membunuh bakteri yang ada pada susu. Salah satunya pada susu sapi adalah susu direbus terlebih dahulu. Susu sapi, kambing atau domba yang tidak melalui proses ini berpotensi mengandung Listeria, yakni bakteri berbahaya yang akan dapat menyebabkan keguguran. Oleh karenanya, perhatikan dengan baik masalah yang satu ini.

1. Perhatikan Kandungan Nutrisi

Susu ibu hamil harus memiliki kandungan yang baik yang akan menyempurnakan kebutuhan nutrisi yang tidak didapat dari makanan yang ibu konsumsi. Jadi demikian, penting pula untuk ibu hamil selalu membaca dengan baik komposisi dan kandungan nutrisi yang ada didalamnya.

Jadi pada saat anda pergi ke toko atau supermarket dan hendak memilih salah satu merk susu hamil. Akan lebih baik jika anda memperhatikan label kandungan yang ada didalamnya. Selain itu, bila memungkinkan lakukan riset terlebih dahulu dan bandingkan dengan merk susu hamil lainnya.


Untuk ibu hamil dalam usia 24 tahun atau lebih maka umumnya kebutuhan kalsium maksimal yang mereka perlukan adalah sekitar 1.200 mg dalam satu harinya. Sementara itu, ibu hamil yang lebih muda dari usia ini akan membutuhkan sebanyak antara 1.200 dan 1.500 mg kalsium dalam perharinya.

Jadi demikian, perhatikan kembali kebutuhan kalsium ini dengan baik. Perhatikan juga kandungan kalsium pada label kemasan. Jika anda menemukan merk dengan kandungan kalsium yang mendekati angka ini maka produk tersebut akan dapat memenuhi kebutuhan kalsium dalam tubuh dengan baik.

2. Hindari Susu dengan Kandungan Gula Terlalu Banyak

Memilih susu hamil pun penting memperhatikan kandungan gula didalamnya. Jangan pilih susu dengan kandungan gula yang terlalu banyak sebab hal ini bisa mungkin beresiko kurang baik untuk kesehatan anda. Pilihlah susu hamil dengan kandungan gula yang sedikit untuk menghindari resiko diabetes selama masa kehamilan. Dimana hal ini akan tentu berpengaruh kurang baik untuk janin dan kesehatan ibu.

Itulah dia beberapa informasi dalam memilih jenis susu ibuhamil yang terbaik.




SEMOGA BERMANFAAT

Tips Jitu Menghilangkan Bekas Jahitan Pasca Melahirkan Normal




Adakalanya penyembuhan luka bekas jahitan tidak sebaik yang kita harapkan dalam artian luka bekas jahitan tersebut sembuh dengan meninggalkan bekas. Berikut beberapa cara menghilangkan bekas jahitan setelah melahirkan normal, alami dan terbukti ampuh yaitu menggunakan :

1. Jus Lemon

Jus lemon mengandung alpha hydroxy acids (AHA) yang memiliki fungsi peremajaan kulit sehingga dapat mengganti sel-sel kulit yang mati dan rusak dengan sel-sel kulit yang baru. Cara menggunakannya cuci bersih luka, kemudian oleskan jus lemon perlahan dengan kapas steril, lalu diamkan selama 10 menit, dan bilas dengan air yang mengalir.

2. Madu

Madu murni memiliki fungsi sebagai pelembab yang bersifat alami dan dapat mempercepat regenerasi sel kulit sehingga dapat menghilangkan bekas luka. Cara menggunakannya cuci bersih luka, kemudian oleskan madu pada bekas luka selama 3 sampai 4 menit, lalu bersihkan.

3. Jus Bawang Merah

Jus bawang memiliki fungsi anti-inflamasi dan merangsang produksi kolagen kulit sehingga berperan sebagai agen pengisi pada luka. Jus bawang bekerja secara lambat dan mungkin memerlukan waktu hingga berbulan-bulan untuk menghasilkan efek yang nyata sehingga dibutuhkan banyak kesabaran.

4. Minyak Zaitun

Minyak zaitun memiliki fungsi antioksidan yang terkandung di dalamnya dan mengandung vitamin yang dapat meremajakan kulit seperti Vitamin E dan Vitamin K. Cara menggunakannya: Bersihkan bekas luka, kemudian gosok perlahan dengan minyak zaitun dan biarkan selama 10 menit, kemudian bersihkan.

Demikian cara menghilangkan bekas jahitan setelah melahirkan normal yang dapat ibu lakukan di rumah, semoga bekas jahitan ibu dapat sembuh dengan cepat dan ibu dapat merawat bayi dengan lebih baik




SEMOGA BERMANFAAT

Selasa, 18 April 2017

Tips Mengatasi Rasa Nyeri Saat Melahirkan




Persalinan merupakan serangkaian kejadian yang berlangsung tahap demi tahap. Dimulai dengan kontraski, keluarnya darah, kemudian disusul dengan pecahnya ketuban dan berakhir dengan lahirnya bayi yang cukup bulan atau hampir cukup bulan yang disertai dengan pengeluaran plasenta (ari-ari) serta selaput janin dari perut ibu.

Dalam tahapan persalinan, kontraksi merupakan tanda paling awal yang mengisyaratkan persalinan akan segera tiba. Kontraksi ini dimulai dari puncak rahim yang kemudian akan mengarah ke jalan lahir. Kondisi kontraksi akan semakin lama dan semakin kuat dan jaraknya akan semakin pendek antara satu kontraksi dengan kontraksi lainnya. Adapun tanda-tanda tersebut adalah keluarnya cairan bercampur darah yang keluar dari jalan lahir. Yang mana kondisi ini disertai dengan rasa sakit yang berlangsung cukup lama hingga waktu persalinan tiba.

Sebagian ibu hamil yang akan segera melahirkan beberapa diantaranya ada yang mampu menahan rasa sakit hingga pembukaan jalan lahir cukup lebar. Namun adapula ibu hamil yang tidak tahan dengan rasa nyeri yang timbulkan bahkan saat pembukaan jalan lahir belum muncul.


Nyeri sewaktu bersalin dapat dipicu karena beberapa faktor seperti :

1. Meregangnya jalan lahir, leher vagina serta jaringan lunak yang berada disekitarnya.

2. Adanya gerakan kontraksi rahim yang menyebabkan otot-otot dinding rahim menjadi mengerut, sehingga timbulnya nyeri tidak dapat dihindarkan. Adapun mengerutnya otot-otot rahim ini diakibatkan adanya perubahan hormon pada waktu hamil.

3. Keadaan psikologis ibu yang terus-terusan cemas, ketakutan serta tegang sebagai respon stres dapat memicu peningkatan rasa nyeri.


1. Kompres bagian punggung bawah ibu dengan menggunakan air hangat kuku diantara waktu kontraksi. Yang mana tindakan ini bertujuan untuk memperlebar serta memperlancar peredaran darah, sehingga rasa nyeri bisa dikurangi.

2. Cobalah untuk mengalihkan perhatian agar ibu tidak berfokus pada rasa nyeri yang dirasakan seperti bernyanyi atau berbicara ketika rasa nyeri timbul. Terutama jika ibu seorang muslim ibu bisa berdzikir atau bertasbih untuk melepaskan rsa nyeri. Hanya saja tidk perlu terlalu keras agar ibu tidak terlalu membuang energ.

3. Buanglah air kecil sesering mungkin. Hanya saja hal ini tentunya harus diimbangi dengan asupan cairan ke dalam tubuh ibu. Berkemih dapat membantu turunya kepala bayi ke dasar panggul dengan baik dan menjaga ritme kontraksi persalinan.

4. Mintalah keluarga atau suami untuk memijat punggung bagian bawah. Gunakan minyak aroma terapi yang lembut dan menenangkan untuk memijat punggung bawah sebagai pelicin. Namun jika anda tidak mendapatkan minyak aromaterapi anda bisa menggantinya dengan lotion tubuh atau lotion ibu.

5. Pertahankan agar posisi punggu tetap tegak,baik saat berdiri, duduk ataupun posisi lainnya. Hal ini bertujuan agar kepala bayi tetap berada dibagain leher rahim dengan baik sehingga konraksi yang terjadi semakin kuat dan efektif.

6. Lakukan pengaturan nafas degan baik. Biasanya menjelang persalinannya ibu merasakan begitu panik dan sulit mengatur nafasnya dengan baik. Namun tahukah ibu pengaturan nafas yang diatur lebih baik akan dapat mengurangi rasa sakit yang ibu rasakan. Untuk itu, cobalah redam rasa panik dan aturlah nafas ibu.

Demikian beberapa cara mengatasi rasa sakit sewaktu bersalin. Rasa sakit yang dapat diminimalisir sewaktu bersalin tentu akan mengurangi dan meringankan beban sakit ibu pada saat melahirkan.




SEMOGA BERMANFAAT

Senin, 17 April 2017

Cara Memilih Bra Untuk Ibu Menyusui




Perubahan buah dada dimulai pada trimester pertama kehamilan, dan kebanyakan ibu mengatasi dengan menggunakan bra kehamilan yang tepat bersama dengan baju kehamilan. Jika Anda membeli bra baru selama kehamilan, jangan lupa untuk mempersiapkan dengan membeli bra khusus menyusui. Kebanyakan pakaian dalam khusus ibu menyusui mungkin tidak cocok setelah bayi lahir.

Bra menyusui akan mendukung proses laktasi yang nyaman karena bra menyusui memiliki desain yang berbeda dengan bra biasa yang sering digunakan oleh wanita, salah satunya dapat menjadi penyangga, menyesuaikan bentuk buah dada dan mendukung proses laktasi. Bra menyusui dirancang dengan ‘cup’ yang terbuka. Anda dapat membuka flap pada ‘cup’ sehingga bayi dapat menyusu sedangkan sisanya dari bra tetap pada tempatnya.

Bagaimana Anda tahu ukuran bra ketika memutuskan membeli bra? Karena payudara berubah secara dramatis setelah melahirkan. Perubahan buah dada akan membesar setelah melahirkan, jadi mungkin membeli satu atau dua kurang bra di akhir kehamilan yang satu ukuran diseuaikan dengan kondisi anda dan satu lagi dengan ‘cup’ ukuran lebih besar dari yang Anda kenakan.

Ketika ukuran payudara Anda sudah turun, biasanya setelah minggu kedua, membeli bra tambahan yang sesuai dan membuat anda nyaman. Kebanyakan bra menyusui memiliki beberapa kait di belakang untuk memungkinkan perubahan ukuran payudara dan ekspansi tulang rusuk selama kehamilan. Jika Anda membeli bra yang cocok ketika diikat pada baris kedua kait, Anda akan memiliki ruang untuk mendapatkan sedikit lebih besar. Karena flaps terbuka di sisi, ada juga beberapa ruang untuk ekspansi di cup yang paling bra menyusui.

Jika Anda memutuskan membeli bra melalui katalog, ikuti petunjuk pengecer untuk mengukur untuk ukuran yang benar. Anda memungkan memutuskan dengan menggunakan bra ukuran yang Anda pikir Anda pakai, tetapi Anda mungkin akan berakhir dengan satu yang cocok lebih baik.

Beberapa ibu lebih memilih untuk memakai bra menyusui saat mereka sedang menyusui. Mereka lebih nyaman dengan dukungan tambahan dari bra menyusui. Bagi orang lain, terutama mereka yang memiliki payudara yang kecil, menjadi lebih santai tentang bra yang biasa digunakan. Apakah Anda benar-benar membutuhkan dukungan dari bra yang baik saat menyusui? Apakah akan mencegah kendur dan peregangan? Bentuk payudara dan ketegasan dipengaruhi terutama oleh faktor keturunan, dan bahkan wanita yang tidak menyusui akan menemukan bahwa payudara mereka berubah setelah kehamilan. Beberapa ibu merasa bahwa payudara mereka lebih kecil  setelah disapih.


1. Flaps harus mudah dibuka dengan satu tangan

Bayi yang seringkali menyusu pada waktu yang tidak terduga, harus anda siapkan dengan menggunakan pakaian dalam ‘bra’. Jika Anda membuka flaps dengan satu tangan, itu lebih baik. Hal yang harus anda ingat, ketika bayi anda lapar, maka lengan satunya lagi akan segera menyangga bayi, sehingga apabila kesulitan membuka bra akan membuat anda tidak nyaman ketika memulai proses laktasi. Sedangkan untuk anda yang akan bepergian sebaiknya menggunakan bra yang dapat dibuka cup nya saja, memudahkan dan tetap dapat memberikan ASI atau dapat pula menggunkan kain penutup menyusui.

2. Pilihlah ukuran bra yang sesuai

Bra harus mendukung buah dada dari bawah bahkan ketika cup terbuka. Hal ini membuat bayi menyusu  lebih nyaman. Selain itu ukuran yang membesar ketika menyusui membuat anda bersusah payah untuk menyesuaikan. Hindari memilih bra yang terlalu ketat karena akan membuat tertekan, sakit dan tidak nyaman. Apabila dibiarkan akan menghambat proses menyusui anda. Selain itu hindari bra yang terbuka sepenuhnya di depan untuk ibu menyusui. Anda akan memiliki waktu yang sulit ketika selesai menyusui.

3. Bra menyusui harus cocok dengan nyaman

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa bra yang terlalu ketat bisa membuat Anda rentan terhadap saluran ASI dan infeksi payudara di bagian payudara dimana tali atau underwires menghalangi aliran susu. Ibu dapat memilih bra yang berbahan katun sehingga tidak menimbulkan gatal dan iritasi pada kulit. Bersihkan dari ASI yang mungkin berceceran terlebih dahulu sebelum kembali menggunakan bra.

4. Hindari underwires, terutama di minggu-minggu awal setelah melahirkan

Jika Anda memilih bra underwire, maka hindari menggunakannya di minggu awal kelahiran, jaringan penghasil susu payudara meluas sehingga kembali ke tulang rusuk dan sampai ke ketiak Anda. Sebuah underwire dapat menghalangi saluran susu di daerah itu, selain menyembul dan mengganggu Anda.Bra Underwire dapat menjadi tidak nyaman untuk dipakai selama kehamilan.

5. Pilih Cup yang terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat

Cup harus terbuat dari kain yang mudah menyerap keringat sehingga membuat anda nyaman ketika menggunakannya. Biasanya cup yang berbahan 100 persen katun, meskipun beberapa sintetis yang baru juga memungkinkan menyerap keringat akan tetapi sintetis lainnya perangkap kelembaban sebelah puting dan mendorong pertumbuhan bakteri dan menimbulkan rasa nyeri. Bagi anda yang akan membeli bra untuk ibu menyusui, jangan membeli bra dengan lapisan plastik.

6. Persedian Bra selama menyusui

Ketika anda akan membeli persedian bra selama menyusui maka sesuaikan dengan kebutuhan, apabila anda memutuskan untuk memberikan ASIeksklusif maka akan membutuhkan setidaknya tiga bra: satu untuk anda gunakan, dua sebagai bra cadangan. Sehingga lebih memungkinkan anda untuk mencuci bra, hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan bakteri apabila tidak sering di cuci. Pada awalnya hanya membeli satu dengan desain tertentu, untuk menguji kenyamanan. Apabila Anda menemukan bra Anda benar-benar anda butuhkan, maka dapat membeli lebih desain yang berbeda tetapi mendukung ibu menyusui.

Dengan demikian ibu menyusui harus mendahulukan kenyaman yang menjadi syarat penting menggunakan bra yang tepat untuk menyusui. Anda dapat menentukan kenyaman dari bahan, ukuran dan desain bra yang dipilih ketika memutuskan menggunakan bra menyusui. Hindari menggunakan bra yang terlalu ketat karena akan menyiksa diri dan membuat payudara menjadi tertekan, selain itu akan menyumbat pembuluh darah sehingga menghambat aliran ASI. Ada pula beberapa ibu menyusui tetap memilih menggunakan bra yang biasa digunakan karena merasa tidak terganggu dengan proses laktasi yang digunakan.




SEMOGA BERMANFAAT 

Minggu, 16 April 2017

Tips Mencegah Janin Agar Tidak Meninggal dalam Kandungan




Menjaga kondisi kesehatan ibu hamil memang sangat penting mengingat asupan nutrisi yang didapatkan oleh janin anda berhubungan dengan tumbuh kembang janin selama di dalam kandungan. Bila kondisi kesehatan anda memburuk terhadap imunitas yang semakin melemah dikhawatirkan akan menyebabkan gangguan pada pembentukan organ janin anda hingga mengalami janin meninggal di dalam kandungan. Janin meninggal di dalam kandungan atau dikenal dengan istilah kedokteran yaitu Intra Uterin Fetal Death (IUFD).

Berbeda dengan keguguran yang terjadi pada trimester pertama sedangkan untuk Intra Uterin Fetal Death terjadi pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu atau pada trimester kedua. Pada umumnya terjadi pada saat usia kehamilan memasuki persalinan yaitu pada usia kehamilan 8 bulan. Meskipun demikian anda tidak usah cemas dengan kehamilan anda yang kini tengah memasuki trimester kedua.


1.  Melakukan istirahat yang cukup selama kehamilan

Menjaga pola hidup yang sehat tidak saja disarankan untuk anda yang sedang berada pada kondisi hamil. Bagi siapapun menjaga pola hidup memang sangat disarankan, hal ini terkait dengan imunitas di dalam tubuh agar tidak rentan terkena beberapa penyakit. Bagi sebagian penyakit yang berhubungan dengan infeksi mikroorganisme akan membuat kekebalan tubuh anda berkurang dan menggangu kesehatan perkembangan janin. Bagi anda yang sedang hamil, mencukupi kebutuhan istirahat sangat dianjurkan, apalagi anda memiliki resiko keguguran sebelumnya.

2.  Hindari merokok dan mengkonsumsi alkohol

Kebiasaan buruk seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol akan meningkatkan resiko kondisi kesehatan yang buruk pada kehamilan anda. Selain dapat mengakibatkan berat lahir yang rendah dengan peningkatan cacat mental yang tinggi dan dapat menimbulkan komplikasi kehamilan yang serius seperti pendarahan berat selama kehamilan berlangsung dan juga akan meningkatkan resiko kematian pada janin dan ibu hamil.

3.  Pemeriksaan kesehatan sebelum kehamilan

Penting sekiranya anda mempersiapkan kondisi kesehatan sebelum kehamilan terkait dengan menurunkan resiko gangguan kesehatan pada janin anda. Pemeriksaan berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu hamil diantaranya adalah dengan menurunkan resiko pada ibu hamil yang mengalami gangguan kesehatan seperti hipertensi atau lebih dikenal dengan sebutan tekanan darah tinggi, preeklampsia yaitu bagi anda yang tidak memiliki riwayat kesehatan tekanan darah tinggi akan tetapi tiba-tiba mengidap gangguan tekanan darah selama kehamilan anda berlangsung. Bagi anda yang mengalami preeklampsia perhatikan pola makan, kurangi makanan yang mengandung kandungan garam yang tinggi dan juga hindari rasa cemas dan stres yang berlebih.

4.  Menjaga kesehatan untuk terhindar dari infeksi pada saat kehamilan

Kehamilan memang sangat rentan terhadap beberapa kondisi kesehatan dan tidak menutup kemungkinan gangguan kesehatan yang berhubungan dengan infeksi yang ditimbulkan oleh virus, bakteri dan jamur yang akan menggangu kesehatan janin anda. Selalu perhatikan pola konsumsi dan kebersihan makanan yang anda konsumsi begitu juga dengan menjaga diri senantiasa untuk menjaga kebersihan. Beberapa imunisasi kehamilan akan membantu anda dalam menghindari infeksi selama kehamilan.

5. Pemeriksaan pada janin untuk melakukan pencegahan pada kehamilan selanjutnya

Bagi anda yang mengalami pengalaman buruk yaitu kematian janin di dalam kandungan sebaiknya dilakukan otopsi untuk mengetahui penyebabnya sehingga pada kehamilan selanjutnya anda dapat lebih mewaspadai. Beberapa penyebab kematian di dalam kandungan diantaranya adalah ketidakcocokan darah antara ibu dan janin atau kelainan bawaan dari bayi bisa juga karena janin hiperaktif di dalam kandungan.



SEMOGA BERMANFAAT

Rabu, 12 April 2017

Bolehkah Menggunakan Gurita Pasca Melahirkan?




Setelah melahirkan, anda pasti ingin tubuh anda kembali langsing seperti sebelum hamil. Banyak cara dilakukan, seperti diantaranya memakai stagen dan gurita.

Sejaka dulu, bahkan sampai sekarang banyak wanita hamil yang memakai stagen setelah melahirkan. Tujuannya satu, yaitu agar perut kembali kencang dan langsing. Namun, apakah hal tersebut dibenarkan?

Pada dasarnya, dunia kedokteran tidak menganjurkan setiappasien bersalin untuk memakai stagen. Stagen tidak memeberikan efek positif dalam mengecilkan atau mengencangkan perut karena sifatnya yang pasif. Pada saat memakai stagen, perut anda memang terasa kencang, namun setelah stagen dilepas, perut akan kembali kendur seperti semula.

Ada lagi yang disebut gurita. Pemakaian gurita lebih dibolehkan daripada stagen, karena gurita tidak membalut perut ibu terlalu kencang seperti stagen. Oleh karena itu, lebih disarankan untuk memakai gurita daripada stagen. Anda yang melahirkan melalui proses operasi, dan jahitan operasi berada di tengah perut, dibolehkan memakai gurita daripada stagen. Namun hati-hati, pakailah gurita paling tidak satu minggu setelah persalinan. Ini untuk memberi waktu agar jahitan bekas operasi sudah lebih mengering. Jahitan yang masih baru atau basah jika langsung dipakaikan gurita, apalagi stagen, malah akan bertambah parah. Jahitan bisa terbuka kembali, atau bahkan bernanah.

Saat hamil, otot-otot tubuh anda menjadi kendur, khususnya otot dinding perut dan dasar panggul. Untuk mengatasinya, jalan paling baik dan sehat adalah dengan senam atau berolahraga. Untuk mengencangkan kembali otot dinding perut, anda dapat melakukan latihan seperti sit up dan jogging, tapi jangan mengangkat beban yang berat. Untuk otot dasar panggul, anda bisa mengencangkannya dengan latihan senam kegel. Senam kegel adalah senam untuk memperkuat otot-otot dasar panggul dan saluran kemih, yang juga berguna untuk mencegah anda mengompol saat proses persalinan.


Namun ada juga yang disebut dengan senam nifas, yang dilakukan pada saat nifas atau setelah melahirkan, dengan menekankan pada latihan pernapasan dan perut. Senam ini jauh lebih bermanfaat dalam mengembalikan kekecangan perut anda setelah bersalin, dengan cara yang sehat pula dan tentu saja tidak menyiksa.



SEMOGA BERMANFAAT

Selasa, 11 April 2017

Cara Menghindari Persalinan Caesar dengan Istirahat yang Cukup




Banyak sekali wanita yang sedang hamil mengalami kesulitan untuk tidur. Salah satu penyebabnya ialah sering merasakan mual hingga muntah pada trimester pertama dan pernafasan terasa sesak yang diakibatkan oleh perut yang semakin hari semakin membesar ketika kehamilan memasuki trimester ketiga. Meski hal tersebut masih tergolong normal, namun jangan biarkan hal ini menjadi sebuah kebiasaan. Kurang tidur pada saat hamil beresiko mengalami preeklampsia, yaitu ini merupakan suatu kondisi yang mana meningkatnya tekanan darah selama menjalani kehamilan. Selain itu yang dapat menyebabkan bayi terlahir prematur.

Bagi ibu hamil yang mengalami tidur kurang dari 6 jam setiap malam harinya pada masa trimester yang pertama ini kehamilan mempunyai tekanan darah dengan batas atas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan ibu hamil dengan pola tidur setiap harinya lebih dari 7 jam. Akibat dari kurang tidur tersebut resiko mengalami peekslampsia anda meningkat lebih tinggi. Kebutuhan istirahat bagi ibu yang sedang hamil sangatlah penting, namun hal ini sangat sulit sekali untuk dilakukan. Padahal istirahat memiliki fungsi untuk kesehatananda dan janin :

1. Meregenerasi sel-sel di dalam tubuh yang telah rusak menjadi kembali baru.
2. Membuat lancar kembali prosuksi hormon yang baik bagi pertumbuhan tubuh.
3. Istirahatkan kondisi tubuh anda yang telah lelah setelah beraktifitas seharian.
4. Meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh dari berbagai serangan penyakit
5. Mampu menambah konsentrasi serta kemampuan fisik.

Pada saat sedang hamil tubuh anda sangat membutuhkan banyak tenaga. Sebaiknya jangan memaksakan diri melakukan kegiatan jika tubuh anda mulai merasa lelah. Berbaringlah sebentar dengan rileks atau anda dapat duduk dengan santai di atas sofa yang empuk supaya aliran darah dalam tubuh anda berjalan dengan lancar. Ketika anda duduk sebaiknya anda menambahkan bantal tepat di punggung anda kemudian usahakan kaki anda tidak menggantung.

Selain itu penuhi juga kebutuhan tidur malam anda selama 7 jam hingga 9 jam pada malam hari untuk mengistirahatkan tubuh anda yang telah melakukan aktivitas selama seharian penuh. Selain itu tidur yang cukup pada malam hari akan membuat kondisi tubuh anda menjadi lebih segar ketika bangun di pagi hari. Pada prinsipnya jika kebutuhan tidur malamnya terpenuhi, maka esok harinya akan terasa sangat segar juga siap menjalani rutinitas setiap harinya.

Selain itu tidur juga sangat dianjurkan bagi wanita yang sedang hamil, atau anda dapat melakukan istirahat beberapa kali pada siang hari karena cuaca yang panas sehingga tubuh akan terasa baik jika banyak beristirahat. Perubahan pada tubuh di akhir kehamilan dapat menyebabkan anda kesulitan untuk tidur. Pada saat anda tidak bisa pergi tidur atau merasa sangat gelisah pada saat berada di atas tempat tidur anda dapat mencoba beberapa cara yang praktis ini :

1. Jika perlu mandilah menggunakan air hangat ketika akan pergi tidur. Hal ini dapat membantu merilekskan otot pada tubuh anda.
2. Cobalah untuk meminun susu atau minuman hangat lainnya.
3. Ada baiknya anda tidak berbaring terlentang. Anda dapat tidur dengan menghadap ke samping kiri ataupun kanan atau posisi yang di rasa oleh anda cukup nyaman.
4. Jika anda mengalami kesulitan untuk segera tidur, sebaiknya anda pergi ke kamar anda lebih awal. Sebelumnya anda dapat melakukan kegiatan lainnya seperti membaca buku atau melakukan kegiatan yang dapat membuat tubuh anda menjadi releks.




SEMOGA BERMANFAAT