Bayi anda diharuskan mengkonsumsi susu formula khusus yang
bebas glaktosa disebkan karena gangguan yang dialaminya yang dikenal dengan
istilah medis galaktosemia klasik. Sejauh mana anda mengenal galaktosemia klasik pada bayi?
Berikut ini kami akan berbagi informasi mengenai galaktosemia
klasik pada bayi.
Kesehatan bayi sangat penting untuk anda cermati, salah satu
yang membuat seorang ibu kebingungan adalah ketika anaknya diduga mengidap
gejala yang mengarah pada galaktosemia. Galaktosemia adalah kelainan yang
terjadi pada bayi yang disebabkan karena kadar glaktosa yang tinggi dalam darah
yang menyebabkan kekurangan enzim galaktose. Mungkin terdengar sangat simpel
sehingga membuat anda bertanya-tanya seberapa besar bahaya dari kelainan
galaktosemia pada bayi?
Galaktosemia pada bayi adalah kelainan yang berhubungan
dengan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi sehingga hal yang perlu anda
lakukan ketika bayi anda divonis memiliki kelainan galaktosemia maka
memperhatikan asupan makanan.
Bayi yang diidentifikasi mengidap galaktosemia
butuh diet khusus gula. Hal ini dilakukan untuk menghindari komplikasi yang
mungkin terjadi pada bayi. Asupan yang salah akan menyebabkan bayi kekurangan
energi, terjadi penurunan berat badan dan memicu timbulnya gangguan hati.
Meskipun anak tumbuh akan tetapi apabila penanganan yang tidak tepat akan
menyebabkan keterbelakangan mental.
Sebelum membahas lebih jauh, anda harus mengetahui penyebab
terjadinya galaktosemia pada bayi. Galaktosemia pada bayi disebabkan karena
mutasi gen yang terjadi ketika janin di dalam kandugan. Meskipun kemungkinan
terjadi adalah 1 : 60.0000 akan tetapi anda harus mewaspadainya dengan tetap
menjaga konsumsi makanan yang memberikan nutrisi selama kehamilan. Hindari pula
mengkonsumsi obat apabila tidak menggunakan resep dokter karena substansi kumia
dalam obat yang akan memberikan dampak buruk pada kehamilan.
Setelah mengetahui penyebab terjadinya galaktosemia maka
anda harus peka terhadap gejala pada bayi anda. Bayi yang mengalami
galaktosemia akan menunjukan gejala yang berbeda-beda. Gejalanya adalah bayi yang mengalami kejang, lemas, malas menyusu dan makan
serta berat badan yang berkurang. Sebaiknya anda membawa bayi anda pada tenaga
medis untuk tindak lanjut dari gejala yang terjadi pada bayi. Gejala yang
timbul seperti diatas mungkin saja dialami oleh bayi yang tidak menderita
galaktosemia.
Apabila ahli medis mengatakan bahwa anak anda menderita
galaktosemia maka hal yang harus anda lakukan melakuakan penanganan yang tepat.
Berikut adalah penanganan yang tepat untuk bayi yang mengalami galaktosemia :
1. Menghindari
makanan yang mengandung laktosa yaitu jenis susu yang mengandung laktosa,
kaseinat, kasein, laktalbumin dan lainnya
2. Anda
dapat memberikan susu formula yang bebas laktosa (susu khusus)
3. Anda
dapat memberikan tambahan kalsium untuk menunjang pertumbuhan dan
perkembangannya sehingga tidak terganggu. Anda konsultasikan dengan dokter
untuk supleman kalsium yang sesuai dengan bayi anda.
4. Selalu
memantau kesehatan anak anda dengan memeriksakan kepada ahli medis secara
teratur
5. Memberitahu
anggota keluarga atau lingkungan sehingga dapat membantu dalam mencegah
terjadinya gangguan komplikasi pada tubuh bayi anda.
Pada kasus galaktosemia, peluang bayi untuk tumbuh normal
cukup besar apalagi bila penanganan dilakukan sebelum usia 10 hari. Namun akan
tetapi kebanyakan orang tua baru menyadari setelah bayi mulai tumbuh dan
menyebabkan gangguan keterlambatan berbicara dan lainnya. Untuk itu diharapkan
orang tua lebih cermat dan dapat mewaspadai setiap gejala normal yang dialami
oleh buah hati anda.
SEMOGA BERMANFAAT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar